Probolinggo, 21 Juni 2026 – Menyelesaikan skripsi merupakan salah satu tahapan penting yang harus ditempuh mahasiswa untuk meraih gelar sarjana. Proses tersebut sering kali menjadi tantangan karena membutuhkan waktu, ketekunan, serta konsistensi. Namun, hal itu tidak menjadi hambatan bagi Alfi Nur Diana, mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Institut Agama Islam (IAI) Nurul Huda Kapongan Situbondo.
Dengan semangat, disiplin, dan etos kerja yang tinggi, Alfi nama panggilannya berhasil menyelesaikan skripsinya hanya dalam waktu lima bulan. Penelitian yang diangkat berjudul “Visualisasi Objek Konkret Melalui Augmented Reality: Pengembangan Media Pembelajaran IPAS di MI Darul Ulum 2 Krucil Probolinggo.”
Di tengah kesibukannya sebagai pendidik di MI Darul Ulum 2 Krucil, Alfi mampu membagi waktu secara disiplin. Aktivitas mengajar dijalani pada siang hari, sementara malam hari dimanfaatkan secara khusus untuk menulis, membaca referensi, dan menyelesaikan penelitian.
“Alhamdulillah, prosesnya sangat berkesan dan memberikan banyak pelajaran. Karena menggunakan metode Research and Development (R&D), prosesnya cukup panjang, mulai dari tahap perancangan, pengembangan, validasi, hingga revisi yang dilakukan berkali-kali. Meskipun penuh tantangan, akhirnya skripsi ini dapat terselesaikan,” ungkap Alfi, Selasa (21/6/2026).
Alfi juga membagikan pesan bagi mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan tugas akhir. Menurutnya, kunci utama dalam menyusun skripsi adalah kemauan untuk terus belajar dan memperbanyak membaca referensi.
“Kuncinya adalah terus belajar dan jangan bosan membaca berbagai referensi, baik buku, jurnal, maupun pedoman penulisan. Jangan takut gagal, tetap bangkit meskipun sudah jatuh berkali-kali,” ujarnya.
Keberhasilan Alfi turut mendapat apresiasi dari dosen pembimbingnya, Yusrolana Nor Haqiqi. Menurutnya, Alfi merupakan mahasiswa yang memiliki kedisiplinan tinggi selama proses bimbingan.
“Alfi menunjukkan komitmen yang luar biasa. Ia rutin melakukan konsultasi, cepat menyelesaikan revisi, dan selalu menunjukkan perkembangan yang baik. Etos kerja seperti ini patut menjadi teladan bagi mahasiswa lainnya,” tutur Yusrolana.
Di akhir wawancara, Alfi berharap semangat saling mendukung antarmahasiswa terus terjaga sehingga proses penyelesaian skripsi dapat dilalui dengan lebih ringan.
“Semoga teman-teman mahasiswa selalu saling memberikan dukungan dan tidak menunda-nunda penyelesaian skripsi. Kerjakan sedikit demi sedikit, insyaallah akan selesai pada waktunya,” pungkasnya.