Berangkat Mengabdi ke Pulau Dewata, Peserta KKN IAI Nurul Huda Dibekali Nilai-Nilai Santri dan Ahlussunnah wal Jama’ah

SITUBONDO – Institut Agama Islam (IAI) Nurul Huda Situbondo secara resmi melepas 90 mahasiswa dan mahasiswi peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2026 yang akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di sejumlah wilayah di Pulau Bali. Pelepasan berlangsung khidmat dan sarat nilai spiritual, menjadi penanda dimulainya perjalanan akademik sekaligus pengabdian sosial mahasiswa di tengah masyarakat.

Acara pelepasan dipimpin langsung oleh Rektor IAI Nurul Huda Situbondo, Dr. Al-Habib Muhammad Taufiq Al-Djufri, M.Pd.I, serta dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, dosen, panitia KKN, dan seluruh civitas akademika.

Turut mendampingi Rektor dalam kegiatan tersebut, Wakil Rektor II Badri, M.Pd., Wakil Rektor III Ainur Rofiq, M.H., Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Azizi, M.Pd., M.Ac., Ketua LP3M H. Faizul Abrori, M.E., Dekan Fakultas Dakwah Mustaqim Makki, M.Si., Dekan Fakultas Tarbiyah Fathor Rosi, M.Pd.I., Ketua Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Adi Susianto, M.Sos., Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) Fatholla, M.H., Ketua Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Budi Sufyanto, M.H., beserta seluruh dosen, panitia penyelenggara, dan civitas akademika.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan melalui *muqaddimah tawassulan bifatihatil kitab* yang dipimpin langsung oleh Rektor, kemudian dilanjutkan dengan lantunan Selawat Badar yang menggema syahdu di seluruh ruangan. Nuansa religius yang kental menciptakan suasana penuh kekhusyukan sebelum memasuki agenda utama berupa pengarahan kepada seluruh peserta KKN.

Dalam sesi taujihat wa irsyadat, Rektor menyampaikan pesan-pesan akademik sekaligus spiritual kepada seluruh mahasiswa agar menjadikan kegiatan KKN sebagai ruang aktualisasi ilmu, karakter, dan pengabdian nyata kepada masyarakat.

Beliau menegaskan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya diukur dari kemampuan menyampaikan teori, melainkan dari sejauh mana mereka mampu mengimplementasikan ilmu tersebut dalam kehidupan sosial.

“Yang harus lebih diutamakan adalah *ilmu al-hal*, yaitu ilmu yang diwujudkan dalam perilaku dan tindakan nyata, bukan sekadar *ilmu al-maqal* yang berhenti pada ucapan dan teori,” pesan Rektor di hadapan seluruh peserta.

Rektor juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pola zikir, pola pikir, dan pola amal sebagai karakter utama mahasiswa IAI Nurul Huda. Ketiga aspek tersebut, menurut beliau, harus tetap berlandaskan ajaran para ulama Nahdlatul Ulama dengan manhaj *Ahlussunnah wal Jama’ah*, sehingga kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya membawa solusi akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam akhlak, spiritualitas, dan kehidupan sosial.

Pembekalan semakin mendalam ketika Rektor menguraikan filosofi kata “Santri” sebagai pedoman moral yang harus senantiasa dipegang oleh seluruh mahasiswa selama menjalankan pengabdian.

Beliau menjelaskan bahwa setiap huruf dalam kata “Santri” mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi identitas sekaligus karakter seorang pencari ilmu.

Huruf Sin (س) dimaknai sebagai Sari’u lisuluki syaikhihi, yakni bersegera mengikuti keteladanan dan petunjuk guru. Huruf Nun (ن) berarti Na’ibu lisyaikhihi, yaitu mampu menjadi penerus serta representasi nilai-nilai kebaikan guru di tengah masyarakat. Selanjutnya huruf Ta’ (ت) dimaknai Tarikul mukhalafah lisyaikhihi, yaitu menjauhi segala bentuk penyimpangan dari ajaran dan tuntunan guru.

Adapun huruf Ra’ (ر) mengandung makna Rajiyan atau Radhiyan, yakni senantiasa berharap ridha Allah SWT sekaligus menerima setiap ketentuan-Nya dengan lapang hati. Sementara huruf Ya’ (ي) bermakna Yaqinan limurtabathi al-ilmi lisyaikhihi, yaitu memiliki keyakinan yang kuat terhadap mata rantai keilmuan yang bersambung kepada para guru sebagai sumber keberkahan ilmu.

“Filosofi inilah yang harus menjadi identitas mahasiswa IAI Nurul Huda ketika berada di tengah masyarakat. Jadilah pribadi yang membawa manfaat, menjaga adab, serta mampu menjadi representasi nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dalam setiap aktivitas pengabdian,” tegasnya.

Prosesi pelepasan peserta KKN kemudian memasuki acara inti melalui penyematan tanda peserta (*ID Card*) secara simbolis oleh Rektor kepada perwakilan mahasiswa. Penyematan tersebut menjadi simbol resmi dimulainya amanah yang diemban para mahasiswa dalam menjalankan program pengabdian masyarakat di Pulau Dewata.

Momentum tersebut disambut dengan penuh semangat oleh seluruh peserta yang siap mengimplementasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai keislaman selama berada di lokasi KKN.

Program Kuliah Kerja Nyata Tahun Akademik 2026 ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan inovasi, pemberdayaan, serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, sekaligus memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan lingkungan sosial.

Seluruh rangkaian kegiatan pelepasan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Rektor, Dr. Al-Habib Muhammad Taufiq Al-Djufri, M.Pd.I. Dalam doa tersebut dipanjatkan harapan agar seluruh peserta senantiasa memperoleh perlindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, keselamatan, kelancaran dalam menjalankan seluruh program kerja, serta mampu kembali ke almamater dengan membawa pengalaman, prestasi, dan keberkahan yang bermanfaat bagi masyarakat maupun institusi.

Dengan dilepasnya 90 mahasiswa menuju lokasi pengabdian di Pulau Bali, IAI Nurul Huda Situbondo kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas moral, spiritualitas yang kuat, serta kepedulian sosial yang tinggi sebagai agen perubahan di tengah kehidupan masyarakat.

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *