Pembekalan KKN IAI Nurul Huda Situbondo 2026: Mencetak Mahasiswa Mushlih, Siap Mengabdi dan Memberdayakan Masyarakat

Situbondo – Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Nurul Huda Situbondo sukses menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 pada 25–26 Juli 2026 bertempat di Aula Lantai 2 IAI Nurul Huda Situbondo. Kegiatan ini diikuti oleh 95 mahasiswa calon peserta KKN yang telah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan akademik maupun administrasi sebagai bekal sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian.

Hari pertama pembekalan diawali dengan seremoni pembukaan yang berlangsung khidmat. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor IAI Nurul Huda Situbondo, Dr. Habib Muhammad Taufiq, M.Pd.I. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Rektor III Ainur Rofiq, M.H.I., Dekan Fakultas Tarbiyah Fathor Rosi, M.Pd.I., Kaprodi Pendidikan Bahasa Arab Agus Nu’man, M.Pd., Kaprodi Hukum Ekonomi Syariah Budi Sufyanto, S. E. , M.H, Ketua LP3M H. Faizul Abrori, M.E, serta seluruh panitia pelaksana KKN.

Dalam sambutan sekaligus taujihat dan irsyadatnya, Rektor memberikan motivasi mendalam kepada seluruh peserta agar memahami hakikat pelaksanaan KKN sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
“Ketika berada di tengah masyarakat, mahasiswa KKN bukan lagi menjadi objek kegiatan, melainkan harus menjadi subjek perubahan. Mahasiswa harus hadir sebagai penggerak, pemberdaya, dan agen kemanfaatan yang mampu menghadirkan solusi sesuai kebutuhan masyarakat,” tegas Dr. Habib Muhammad Taufik. Lebih lanjut, beliau mengingatkan bahwa tujuan seorang akademisi dan kader pengabdian tidak berhenti pada predikat shalih, tetapi harus meningkat menjadi muslih. “Menjadi orang yang shalih saja tidak cukup. Kita harus menjadi muslih, yaitu pribadi yang bukan hanya baik untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menebarkan manfaat, kemaslahatan, dan kebaikan bagi orang lain. Itulah nilai yang harus dibawa mahasiswa ketika melaksanakan KKN,” pesan beliau di hadapan seluruh peserta. Sebagai bekal spiritual, Rektor juga memberikan ijazah amalan kepada para mahasiswa sebagai penguatan mental, spiritual, dan keteguhan hati agar mampu menjalankan pengabdian dengan penuh keikhlasan, kesabaran, serta tetap menjaga akhlak di tengah kehidupan masyarakat.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh berbagai materi yang dirancang secara komprehensif untuk memperkuat kompetensi akademik, sosial, spiritual, dan teknis selama pelaksanaan KKN. Materi pertama mengangkat tema Tri Dharma Perguruan Tinggi dan Pemberdayaan Ekonomi Umat melalui Zakat, Infaq, dan Sedekah (ZIS) yang disampaikan oleh H. Faizul Abrori, M. E, Materi ini menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan berbasis filantropi Islam. Selanjutnya, Agus Nu’man, M.Pd. menyampaikan materi mengenai Kultur Budaya dan Sosial Kemasyarakatan, yang membekali mahasiswa agar mampu memahami karakter masyarakat, menghargai kearifan lokal, serta membangun komunikasi yang harmonis selama berada di lokasi KKN. Materi berikutnya disampaikan oleh Mustaqim Makki, S.HI., M.S.I. tentang Pemetaan Potensi Aset Desa dan Penyusunan Program Kerja KKN, yang mengarahkan mahasiswa untuk menyusun program berdasarkan kebutuhan dan potensi nyata masyarakat sehingga pengabdian memiliki dampak yang berkelanjutan. Sementara itu, Budi Sufyanto, S. E. , M.H., selaku Ketua Panitia KKN, memberikan materi mengenai Amaliah An-Nahdliyah dan Kegiatan Sosial Kemasyarakatan sebagai bekal dalam menjalankan tradisi keagamaan dan membangun hubungan sosial yang baik dengan masyarakat. Penguatan kompetensi akademik juga diberikan melalui materi Riset, Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Open Journal System (OJS), serta Teknik Pelaporan KKN yang disampaikan oleh Fathor Rosi, M.Pd.I., Azisi, M.Pd dan Ainur Rofiq, M.H.I. Materi ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa mendokumentasikan hasil pengabdian secara ilmiah dan terpublikasi. Selanjutnya, Dwi Dasa Suryanto, S.H, M.H.I. menyampaikan materi Strategi Komunikasi Pengabdian kepada Masyarakat, yang menekankan pentingnya kemampuan komunikasi persuasif, kolaboratif, dan partisipatif dalam membangun sinergi dengan pemerintah desa maupun masyarakat.

Sebagai materi penutup, Agung Wijaksono, M. Pd., menyampaikan pembahasan mengenai Media Sosial sebagai Sarana Publikasi, Edukasi, dan Pengabdian kepada Masyarakat. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan media digital secara positif sebagai media edukasi, dokumentasi kegiatan, publikasi capaian program, sekaligus membangun citra positif perguruan tinggi di tengah masyarakat.

Melalui rangkaian pembekalan ini, Ketua LP3M IAI Nurul Huda Situbondo berharap seluruh peserta KKN memiliki kesiapan intelektual, spiritual, sosial, dan teknis dalam melaksanakan pengabdian. KKN tidak hanya menjadi kewajiban akademik, tetapi juga menjadi wahana pembentukan karakter mahasiswa yang mampu menjadi insan muslih, menghadirkan kebermanfaatan, serta berkontribusi nyata dalam pemberdayaan masyarakat sesuai dengan semangat Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *