Buleleng, Bali – Lembaga Penelitian, Penerbitan, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam (IAI) Nurul Huda Situbondo melaksanakan survei awal sebagai persiapan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Kegiatan survei berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu, 1 Juli hingga Jumat, 3 Juli 2026.
Survei ini merupakan tahapan awal dalam memastikan kesiapan lokasi KKN yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa IAI Nurul Huda Situbondo mulai 30 Juli hingga 31 Agustus 2026. Selama pelaksanaan survei, tim LP3M melakukan silaturrahim, koordinasi, dan konsolidasi dengan berbagai pemangku kepentingan di Kabupaten Buleleng, mulai dari pemerintah kecamatan, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), DPRD yakni H. Mulyadi Putra, hingga para kepala desa (Perbekel) di desa-desa yang menjadi lokasi KKN.
Sebanyak sembilan desa telah ditetapkan sebagai lokasi penempatan mahasiswa KKN, yaitu Desa Sumberklampok, Sumberkima, Goris, Pemuteran, Penyabangan, Gerokgak, Patas, Pengulon, dan Celukan Bawang.
Selain menyampaikan surat resmi permohonan izin pelaksanaan KKN, tim LP3M juga
memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdiskusi mengenai berbagai potensi daerah, kearifan lokal (local wisdom), serta kebutuhan masyarakat di bidang sosial, keagamaan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
Ketua tim survei Bpk. Budi menjelaskan dengan mengacu pada geografis KKN yaitu Gunung, Rimba dan Laut (GURILA) bahwa pemetaan potensi desa menjadi bagian penting dalam penyusunan program kerja mahasiswa agar kegiatan KKN benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat yang berbasis potensi local wisdom , baik secara sosial budaya dan kemasyarakatan, pendidikan dan ekonomi.
“Meskipun berada di Pulau Bali yang mayoritas beragama Hindu, terdapat sejumlah desa yang memiliki komunitas Muslim. Kondisi tersebut menjadi ruang pengabdian yang sangat baik bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Respon positif pun disampaikan oleh para Perbekel yang menerima kunjungan tim LP3M. Salah seorang Perbekel Penyabanhan mengaku bersyukur karena desanya kembali dipercaya menjadi lokasi pengabdian mahasiswa.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan IAI Nurul Huda Situbondo yang telah memilih desa kami sebagai tempat pengabdian mahasiswa. Kehadiran mahasiswa tentu akan memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi wadah kolaborasi dalam pembangunan desa,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Perbekel Sumberkima. Menurutnya, mahasiswa KKN memiliki peluang besar untuk menggali dan mengembangkan berbagai potensi desa, mulai dari kearifan lokal, sosial budaya, sosial keagamaan, penguatan moderasi beragama, hingga sektor pariwisata yang menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat Buleleng.
Melalui survei awal ini, LP3M IAI Nurul Huda Situbondo berharap pelaksanaan KKN Tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar serta menghasilkan program-program yang tepat sasaran, adaptif terhadap kebutuhan masyarakat, dan mampu memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa dalam mewujudkan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.