Tingkatkan Kompetensi Praktis Mahasiswa, Prodi Hukum Keluarga Islam IAI Nurul Huda Situbondo Gelar Kalibrasi Arah Kiblat

Situbondo – Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI), Fakultas Syariah, Institut Agama Islam (IAI) Nurul Huda Situbondo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi akademik dan keterampilan praktis mahasiswa melalui kegiatan Kalibrasi Arah Kiblat. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari implementasi pembelajaran mata kuliah Ilmu Falak yang menitikberatkan pada penguasaan teori sekaligus praktik penentuan arah kiblat secara ilmiah dan akurat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan melibatkan dosen serta mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam dan juga Kepala KUA jangkar (Drs.H.Kaspon.M.HI), Penyuluh Agama, Takmir Masjid dan Masyarakat sekitar. Dalam pelaksanaannya, peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai konsep dasar arah kiblat berdasarkan perspektif syariat Islam.

Setelah sesi pemaparan materi, seluruh peserta mengikuti praktik lapangan dengan melakukan pengukuran langsung arah kiblat pada beberapa titik lokasi. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengoperasikan alat ukur seperti kompas kiblat, dan perangkat pendukung lainnya. Melalui praktik tersebut, mahasiswa belajar melakukan verifikasi serta kalibrasi arah kiblat sesuai kaidah ilmu falak sehingga mampu memahami proses penentuan arah kiblat secara komprehensif.

Ketua Program Studi Hukum Keluarga Islam menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis praktik (experiential learning) yang bertujuan membangun kompetensi profesional mahasiswa. Menurutnya, lulusan Program Studi Hukum Keluarga Islam tidak hanya dituntut memahami aspek normatif hukum Islam, tetapi juga harus memiliki kemampuan teknis yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat, khususnya pada bidang pelayanan keagamaan seperti penentuan arah kiblat Masjid, Mushollah, maupun fasilitas ibadah lainnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah IAI Nurul Huda Situbondo menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembelajaran di perguruan tinggi tidak boleh berhenti pada aspek teoritis, melainkan harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi aplikatif dan siap memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Kalibrasi arah kiblat merupakan salah satu bentuk implementasi keilmuan syariah yang memadukan fikih dengan ilmu falak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan teori yang dipelajari di ruang kelas. Kami berharap lulusan Fakultas Syariah memiliki kompetensi akademik sekaligus keterampilan praktis yang dapat memberikan manfaat bagi umat,” ungkap Dekan Fakultas Syariah.

Senada dengan itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menilai bahwa kemampuan melakukan verifikasi dan kalibrasi arah kiblat merupakan kompetensi yang sangat dibutuhkan di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa masih banyak masjid maupun musala yang memerlukan pendampingan dalam memastikan ketepatan arah kiblat sesuai standar ilmu falak.

“Kami menyambut baik sinergi antara perguruan tinggi dan KUA dalam penguatan kompetensi mahasiswa. Ke depan, kami berharap mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam dapat menjadi mitra KUA dalam memberikan edukasi serta pendampingan kepada masyarakat mengenai pentingnya penentuan arah kiblat yang akurat berdasarkan kaidah syariat dan perhitungan ilmiah,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Takmir Masjid yang menjadi lokasi praktik kalibrasi arah kiblat. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi pengurus masjid dan masyarakat sekitar.

“Kami merasa terbantu dengan adanya kegiatan ini karena masyarakat memperoleh pemahaman bahwa arah kiblat perlu dipastikan melalui proses pengukuran yang benar. Kehadiran mahasiswa bersama dosen memberikan edukasi yang sangat bermanfaat sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pentingnya ilmu falak dalam kehidupan beragama,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, Fakultas Syariah IAI Nurul Huda Situbondo terus berupaya menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi. Pelaksanaan kalibrasi arah kiblat diharapkan menjadi pengalaman akademik yang memperkaya wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kompetensi mereka sebagai calon sarjana hukum Islam yang siap mengabdikan diri kepada masyarakat dengan keilmuan yang aplikatif, akurat, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *